Kuta — jangan tertukar dengan nama serupa di Bali — terletak di teluk lebar yang diapit bukit hijau. Kotanya berupa deretan kafe, toko selancar, warung, dan penginapan satu atau dua blok dari pasir. Dalam setengah jam dengan skuter terdapat beberapa pantai terindah di Indonesia: Tanjung Aan dengan pasirnya yang halus, Seger dengan tanjung berbatunya, dan panorama puncak Bukit Merese.
Mandalika adalah nama kawasan ekonomi khusus pariwisata yang melingkupi teluk Kuta. Ikonnya adalah Pertamina Mandalika International Street Circuit, yang dibuka pada 2021 dan telah menjadi tuan rumah seri MotoGP dan World Superbike; saat akhir pekan balapan, kawasan ini penuh sesak. Resor-resor besar berjajar di pantai timur, dan promenade tertata membentang di sepanjang pantai.
Kuta adalah basis alami untuk pantai selancar di barat dan timur kota, desa Sasak Sade dan Ende di jalan ke utara, serta wisata perahu ke Pantai Pink.
Sorotan
- Matahari terbenam dari puncak berumput Bukit Merese
- Pasir putih halus dan air biru kehijauan Tanjung Aan
- Menonton peselancar di Gerupuk dari perahu di teluk
- Akhir pekan balapan di sirkuit Mandalika — atau kunjungan tenang di hari lain
- Pantai Seger, latar legendaris festival cacing laut Bau Nyale
- Suasana kafe dan warung yang hidup setelah gelap
Dalam gambar: Kuta & Mandalika





Berapa lama tinggal dan di mana menginap
Tiga hingga lima malam cukup untuk melihat pantai-pantai utama, menghabiskan pagi dengan berselancar atau menonton ombak, dan wisata sehari ke Pantai Pink atau desa-desa Sasak. Menginap di kota Kuta membuat kafe dan toko selancar terjangkau dengan berjalan kaki; resor Mandalika di timur kota menawarkan kolam renang besar dan pantai yang tenang; perbukitan di sekitar kota memiliki vila dengan pemandangan laut tetapi memerlukan skuter atau sopir.
Jika tanggal Anda bertepatan dengan akhir pekan MotoGP atau balapan lain, pesanlah jauh-jauh hari — harga naik tajam dan kamar habis di seluruh wilayah selatan.
