Langsung ke konten
Desa Sasak & Kerajinan — Dusun beratap ilalang di Sade dan Ende, penenun Sukarara, dan perajin gerabah Banyumulek — budaya Sasak yang hidup di Lombok.
Selatan & timur

Desa Sasak & Kerajinan

Sasak adalah penduduk asli Lombok, dan di Lombok tengah dan selatan beberapa desa masih mempertahankan rumah beratap ilalang, lumbung padi, dan kerajinan tradisional. Sade dan Ende, di jalan antara bandara dan Kuta, membuka lorong-lorongnya bagi pengunjung; Sukarara terkenal dengan tenunnya dan Banyumulek dengan gerabahnya.

Dusun Sasak tradisional berupa gugusan rapat rumah beratap ilalang yang curam dengan lantai tanah yang dipadatkan, mengelilingi lumbung padi panggung yang disebut lumbung — yang atap melengkungnya menjadi simbol Lombok. Di Sade dan Ende, dekat Rambitan, keluarga-keluarga masih hidup dengan cara ini dan menyambut pengunjung bersama pemandu lokal, yang menjelaskan arsitektur, kehidupan sehari-hari, dan adat istiadat, seperti mengoles lantai dengan campuran yang mengandung kotoran kerbau.

Lombok juga pulau desa-desa kerajinan. Di Sukarara, para perempuan menenun songket dan ikat dengan alat tenun gedogan; di Banyumulek, selatan Mataram, perajin membentuk gerabah khas pulau ini. Pringgasela dan Loyok di timur dibahas dalam panduan Tetebatu kami.

Ini adalah komunitas yang hidup sekaligus objek wisata. Kunjungan paling baik bersama pemandu lokal, dengan donasi atau pembelian, dan banyak rasa hormat. Untuk memahami lebih jauh budaya yang Anda lihat, baca panduan budaya dan etiket kami.

Sorotan

  • Menyusuri lorong Sade atau Ende bersama warga desa sebagai pemandu
  • Lumbung padi yang ikonik
  • Menyaksikan tenun gedogan di Sukarara — dan mencobanya sendiri
  • Bengkel gerabah di Banyumulek
  • Presean, adu tongkat rotan, pada festival dan acara
  • Musik gendang beleq pada acara-acara khusus

Dalam gambar: desa-desa Sasak

Desa Sade, Desa Sasak & KerajinanDesa tenun Sukarara, Desa Sasak & KerajinanDesa gerabah Banyumulek, Desa Sasak & KerajinanPresean, Desa Sasak & KerajinanLumbung padi, Desa Sasak & Kerajinan

Berapa lama tinggal dan di mana menginap

Desa-desa ini dikunjungi sebagai wisata sehari — kebanyakan wisatawan menginap di Kuta (20–30 menit dari Sade dan Ende) atau Mataram (paling dekat ke Banyumulek). Setengah hari cukup untuk Sade atau Ende plus Sukarara; sehari penuh menambahkan Banyumulek atau pantai di pesisir selatan.

Tur & Tiket

Tur & tiket terbaik di desa-desa Sasak

Rencanakan hari-hari Anda di Lombok

Pesan tur di desa-desa Sasak

Bandingkan tur, tiket, dan pengalaman dengan nilai terbaik di desa-desa Sasak. Sebagian besar dapat dibatalkan gratis hingga 24 jam sebelumnya.

Destinasi terdekat

Tetebatu

Sawah terasering, air terjun di hutan, dan lutung hitam di lereng selatan Rinjani — pedesaan Lombok dengan langkah santai.