Saat mendaki dari pesisir atau melewati Pusuk Sembalun, Anda turun ke lembah yang terasa sangat berbeda dari bagian Lombok lainnya. Udaranya segar, lerengnya berupa padang rumput gundul alih-alih hutan, dan dasar lembahnya terbagi menjadi petak rapi bawang putih, bawang merah, kentang, cabai, dan stroberi. Di atas semuanya berdiri Rinjani, puncaknya sering cerah saat fajar.
Lembah ini memiliki dua desa utama, Sembalun Lawang dan Sembalun Bumbung, dengan homestay, pondok, dan kantor pendakian di sepanjang jalan. Jalur Sembalun Taman Nasional Rinjani dimulai di dekatnya dan melintasi sabana terbuka menuju bibir kawah, rute standar ke puncak.
Anda tidak perlu mendaki Rinjani untuk menikmati Sembalun. Bukit Pergasingan menawarkan salah satu pemandangan matahari terbit terbaik di pulau ini dengan usaha beberapa jam, titik pandang Bukit Selong yang lebih kecil hanya sebentar berjalan kaki, dan jalan-jalan pertanian cocok untuk jalan santai. Sembalun juga terdampak berat gempa 2018; banyak yang telah dibangun kembali, dan wisatawan membantu pemulihannya.
Sorotan
- Matahari terbit dari Bukit Pergasingan di atas lembah berpetak-petak
- Rute klasik Sembalun ke bibir kawah dan puncak Rinjani
- Titik pandang Bukit Selong di atas rumah-rumah tradisional beratap ilalang
- Jalan berkelok melewati Pusuk Sembalun
- Memetik stroberi di kebun saat musimnya
- Malam yang sejuk — hal langka di Lombok
Dalam gambar: Lembah Sembalun





Berapa lama tinggal dan di mana menginap
Berikan Sembalun setidaknya satu malam — dua jika Anda ingin pendakian matahari terbit sekaligus hari santai. Pendaki ke puncak biasanya menginap di sini malam sebelum mulai; sebagian besar paket sudah termasuk.
Akomodasinya sederhana: homestay keluarga, pondok kecil, dan semakin banyak pondok bergaya glamping dengan pemandangan Rinjani. Kamar jarang ber-AC (Anda tidak akan membutuhkannya), tetapi pastikan tersedia air panas dan selimut.
