Objek wisata
Islamic Center (Masjid Hubbul Wathan)
Kompleks masjid luas yang selesai dibangun pada 2010-an, dengan menara utama yang tinggi dan menara-menara lebih kecil, terinspirasi desain Timur Tengah maupun Sasak. Pengunjung dapat berkeliling halaman dan, bila dibuka, naik ke menara untuk melihat pemandangan hingga Rinjani.
ℹ️ Buka di luar waktu salat; wajib berpakaian sopan, jubah mungkin dipinjamkan. Biaya kecil untuk menara. Sediakan 1 jam.
Taman Narmada
Taman kerajaan yang dibangun penguasa Bali di Lombok di timur Mataram, dengan teras dan kolam yang konon menggambarkan Rinjani dan danau kawahnya, sebuah pura, serta mata air yang dipercaya membawa awet muda.
ℹ️ Sekitar 20–30 menit di timur pusat kota. Tiket masuk. Sediakan 1–1,5 jam.
Taman Mayura
Taman air di Cakranegara dengan bale (Bale Kambang) yang berdiri di tengah kolam besar — dulu tempat pengadilan dan balai pertemuan raja-raja Bali — serta pura di bagian belakang.
ℹ️ Di dalam kota. Tiket masuk kecil. Sediakan 30–45 menit.
Pura Lingsar
Kompleks pura di timur laut Mataram yang digunakan bersama umat Hindu Bali dan penganut Wetu Telu Sasak, dengan kolam belut keramat. Di sinilah berlangsung Perang Topat, “perang” ritual saat kedua komunitas saling melempar ketupat.
ℹ️ Sekitar 20–30 menit dari pusat kota. Donasi; wajib memakai selendang. Sediakan 45 menit.
Pura Meru
Pura Hindu terbesar di Lombok, dibangun pada abad ke-18 di Cakranegara, dengan tiga meru bertingkat yang dipersembahkan untuk Siwa, Wisnu, dan Brahma.
ℹ️ Di seberang Mayura. Donasi; selendang disediakan. Jam buka beragam.
Kota tua Ampenan
Kawasan pelabuhan era kolonial di tepi pantai, dengan ruko-ruko tua, klenteng Tionghoa, dan tepi pantai tempat warga berkumpul saat matahari terbenam.
ℹ️ Sekitar 10 menit di barat pusat kota. Gratis. Paling baik sore hari.
