Objek wisata
Desa Sade
Dusun Sasak tradisional yang paling terkenal, di tepi jalan utama selatan bandara. Seorang warga memandu Anda melewati lorong-lorong rumah beratap ilalang dan lumbung padi, melewati para perempuan yang menenun, dan menjelaskan adat komunitasnya.
ℹ️ Sekitar 20–30 menit dari Kuta. Donasi atau biaya pemandu. Sediakan 45–60 menit.
Desa Ende
Dusun tradisional yang lebih kecil dan lebih tenang beberapa kilometer dari Sade, sering tidak terlalu ramai rombongan tur.
ℹ️ Donasi atau biaya pemandu. Sediakan 30–45 menit.
Desa tenun Sukarara
Desa tempat sebagian besar warganya menenun. Toko dan bengkel berjajar di jalan; di dalamnya Anda bisa melihat songket dan ikat dibuat, dan sering bisa mencoba alat tenunnya sendiri.
ℹ️ Sekitar 30–40 menit dari Kuta atau Mataram. Gratis berkunjung; kain dijual.
Desa gerabah Banyumulek
Di selatan Mataram, Banyumulek adalah desa gerabah paling terkenal di Lombok. Bengkel-bengkelnya membentuk dan membakar pot, kendi, dan hiasan dari tanah liat, sebagian dianyam dengan rotan atau bambu.
ℹ️ Sekitar 20 menit dari Mataram. Gratis menonton; barang dijual dan tersedia pengiriman.
Presean
Duel tradisional antara dua pria bersenjata tongkat rotan dan perisai kulit kerbau, diawasi wasit dan diiringi musik. Presean dipentaskan pada festival dan acara budaya.
ℹ️ Biasanya pada acara dan festival, bukan setiap hari; tanyakan jadwalnya setempat.
Lumbung padi
Lumbung padi tinggi beratap melengkung yang berdiri di atas tiang — dengan piringan agar tikus tidak bisa naik — adalah lambang Lombok, ditiru dalam arsitektur hotel di seluruh pulau.
ℹ️ Terlihat di Sade, Ende, dan desa tradisional lainnya.