Berkunjung dengan hormat
- Berpakaianlah sopan dan lepas alas kaki saat diajak masuk rumah.
- Minta izin sebelum memotret orang; senyum dan isyarat sudah cukup.
- Bayar donasi atau biaya pemandu yang disepakati, dan belilah sesuatu jika bisa — dari situlah desa mendapat manfaat.
Keaslian
Sade dan Ende adalah desa yang dihuni sekaligus memperoleh penghasilan dari pariwisata. Sebagian pengunjung merasa suasananya dibuat-buat; yang lain menganggap penjelasan para pemandu sungguh mencerahkan. Datanglah dengan pikiran terbuka dan bertanyalah.
Apa yang dibeli
Songket dan ikat tenun tangan, selendang dan sarung; gerabah Banyumulek; keranjang dari Loyok. Tawarlah dengan sopan, dan ingat bahwa tenun tangan berkualitas dibuat berminggu-minggu.
Makanan
Cobalah ayam taliwang (ayam bakar pedas), plecing kangkung, dan beberuk terong (terong dengan sambal) di warung-warung sepanjang jalan.
Contoh rencana
Setengah hari dari Kuta
Sade atau Ende di pagi hari, lalu Sukarara untuk tenun, kembali ke Kuta untuk makan siang.
Sehari penuh budaya
Sade dan Sukarara, makan siang di Praya, gerabah Banyumulek, lalu Pura Meru atau Mayura di Mataram pada sore hari.
Saat tiba
Terbang ke Lombok, mampir di Sade dalam perjalanan 30 menit ke Kuta.
